Narapidana dan penjara. Dua hal yang saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Citra itulah yang kebanyakan masih tertanam kuat dalam benak masyarakat. Tapi, apakah mereka tidak berhak menjadi orang yang sukses lagi setelah bertobat dan kehadirannya bisa diterima masyarakat? Pandangan-pandangan negatif itulah yang ingin diubah lewat digelarnya Training Motivasi Mental dan Spiritual yang digelar Pusat Dakwah-YDSF di Rutan kelas 1 Medaeng, Surabaya, Ahad (30/9).
Sebanyak 78 napi laki-laki dan perempuan mengikuti training satu hari tersebut. Kegiatan dengan tema Islamic Motivation Training (IMT) itu diisi dengan berbagai materi seperti Personality Plus, Agar Hidup Lebih Baik, dan Life Recovery yang disampaikan oleh trainer-trainer yang sudah berpengalaman di bidang manajemen SDM.
Menurut panitia pelatihan Ikak Iskandar, momentum Ramadhan adalah saat yang pas untuk mengingatkan kepada siapa pun agar lebih berbenah ke arah yang lebih baik. ”Nah, dengan IMT ini kami ingin memotivasi para napi itu dengan nilai-nilai keislaman, mumpung masih Ramadhan,” kata Ikak.
Selain itu, lanjut Ikak, umumnya saat Ramadhan tingkat spiritual umat Islam meningkat tajam. Tak peduli siapapun. ”Makanya dengan kegiatan ini harapannya bisa menstimulus para narapidana tersebut,” imbuhnya.
Jamaluddin (35 tahun), salah seorang peserta mengaku mendapat banyak manfaat. ”Saya ingin bertaubat, Mas. Saya merasa banyak dosa. Saya ingin belajar hidup dengan benar,” kata napi kasus togel 303 yang divonis tujuh bulan penjara itu dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Humas YDSF Wirawan Dwi mengatakan pelatihan itu juga diisi dengan testimoni yang menghadirkan Husin, mantan napi yang kini jadi penggerak pengajian Tombo Ati Program Pemulung Sejahtera (PPS) PLASMA-YDSF. ”Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk masayarakat,” ujar Wirawan. (a6)
(Khoirul Anam) |